Sukses Menjual - Sukses Finansial

Home | Kontak | Order | Member Area

Sponsor / Reseller  : admin- Semarang

 

 

Just Duit

 

 

Daftar Isi :

  • Kata pengantar

  • Uang, Sukses, dan Anda

  • Penyabot kemakmuran

  • Metode untuk menjadi kaya

  • Anda adalah seperti kepercayaan anda

  • Dampak kepercayaan

  • Mind Reprogramming

  • Anda, Sukses dan Nasib

  • Goal Setting

  • Persistensi versus kegagalan

  • 21 Faktor penyebab kegagalan hidup

  • Dua cara untuk membuat orang melakukan apa saja yang anda inginkan

  • Membayar pendemo untuk mencapai tujuan

  • Mencapai tujuan gaya mafia

  • Program akselerasi pemulihan bisnis Indonesia

  • Cara meningkatkan kesejahteraan & produktivitas buruh

  • Sistem kompensasi meritokratis

  • Demokrasi tanpa kesadaran hukum = Anarkhi

  • Cara praktis memberantas KKN

  • Agama: Berkat atau laknat?

  • Agama dan duit

  • Apa dan bagaimanakah Tuhan itu?

  • Penutup: Kiat menikmati hidup dalam segala situasi

 

 

Sinopsis :

 

Just Duit

Melalui buku ini saya ingin menularkan hasrat dan kebiasaan untuk menghargai nilai uang serta tekad untuk mendapatkannya sebanyak mungkin dan secepat mungkin secara etis dan halal. Saya ingin menyampaikan pesan bahwa uang itu sangat bermanfaat dan layak untuk didapat dan dipergunakan. Uang itu terkait dengan perasaan berharga, kebebasan dan kemampuan untuk hidup berbahagia. Bahkan ada pepatah Cina yang berbunyi,  "Yu Chien Se Te' Kui Thui Mo" yang artinya "kalau punya uang, setan saja bisa kita perbudak", dan itu adalah kebenaran praktis.

 

Bahkan jika lebih ekstrim bisa saya katakan bahwa, "Secara teologis, Tuhan dikatakan maha kuasa, namun secara praktis, uanglah yang maha kuasa!", sebab dengan uang kita tidak perlu bersitegang berdoa puasa memohon pertolongan yang tidak kunjung datang, cukup dengan membelanjakan uang untuk berobat jika sakit, membayar biaya atas pembelian produk atau jasa, dan kita akan dapatkan kesehatan dan kesenangan sebagai kompensasinya, that's it!

 

Sebab ketidakpunyaan uang (bisa disebut miskin), adalah suatu keadaan yang mirip seperti kehidupan dalam penjara, yakni hilangnya atau berkurangnya kebebasan untuk melakukan -apalagi mendapatkan- apa yang kita inginkan, serta hilangnya atau rendahnya self-respect maupun rasa hormat dari orang lain. Jangankan ingin bersedekah atau menolong orang lain, untuk memberi makan diri sendiri saja susah.

 

Bahkan seringkali orang miskin hanya bisa meratapi nasib melihat orang yang dikasihinya mati oleh penyakit umum (yang seyogyanya bisa disembuhkan) karena tidak mampu berobat atau membeli obat, tragis?! 

 

Tujuan saya menulis buku ini adalah agar anda dan kita semua mengacu dan berorientasi HANYA kepada MANFAAT UANG, karena jika anda selidiki dan amati, esensi semua kehidupan modern ini memang mengacu kepada manfaat uang, sebab tanpa uang anda tidak bisa membeli atau memiliki apa-apa.

 

Bahkan untuk beribadah saja anda membutuhkan uang (membeli kitab suci, mendirikan tempat ibadah, memberi persembahan agar rohaniwan bisa hidup dan melayani umat, untuk biaya menyebarkan agama, dll, dsb), bahkan krisis dan kekisruhan yang terjadi dinegara kita sampai hari ini adalah akibat tidak adanya uang (untuk membayar hutang, untuk membangun lapangan kerja, untuk mendanai kesejahteraan rakyat, dsb, dst) sehingga Indonesia menjadi negara miskin yang memerlukan pinjaman dan belas kasihan negara donor lain (yang akhirnya mendikte kita, karena merekapun tentu bukan tanpa pamrih menyumbang, melainkan mempunyai kepentingan politis maupun ekonomis yang UUD -ujung-ujungnya duit).

 

Saya tidak menjanjikan bahwa dengan menerapkan konsep pelajaran ini anda pasti memperoleh kekayaan dan kesuksesan yang anda inginkan (karena itu adalah pernyataan takabur), melainkan memperbesar kemungkinan anda untuk memperolehnya, dibandingkan dengan jika anda tidak menerapkan konsep pelajaran ini.

 

Perlu saya sampaikan bahwa saya adalah orang yang skeptis dan pragmatis. Saya tidak percaya kepada hal-hal yang berbau takhayul atau dongeng nenek tua. Saya akan mempertanyakan segala sesuatu, baik yang menyangkut diri saya sendiri, orang lain, keadaan makro, bahkan sampai isu keberadaan setan, Tuhan, dan akherat, sehingga anda bisa merasa tenang bahwa buku ini saya buat bukan berdasarkan dongengan atau hal yang diluar jangkauan anda untuk mencapainya.

 

Selama empat puluh sembilan tahun menjadi manusia, saya tidak pernah berhenti untuk bertanya dan belajar, siang dan malam, dari kecil hingga sekarang, sehingga saya bisa menarik kesimpulan bahwa, diluar kelahiran dan kematian, hidup itu merupakan pilihan-pilihan. Kita berhak dan berkewajiban untuk menjadi pribadi bermanfaat seperti yang kita inginkan dan percayai, yang sebaiknya adalah hidup makmur, sejahtera, berbahagia dan berguna, baik bagi diri kita sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas. Diluar hasrat itu bisa saya katakan bahwa itu adalah kehidupan abnormal serta tidak manusiawi.

 

Sekalipun ada banyak hal yang tidak bisa kita ubah dengan kekuatan kita sendiri, namun juga sangat banyak hal yang bisa kita ubah dan dapatkan dengan kekuatan kepercayaan, determinasi, perjuangan dan persistensi diri kita sendiri.

 

 

 

BETTER IS NOT ENOUGH WHEN GETTING THE BEST IS POSIBLE

 

 

SuksesMarketing.Com